Presiden Cup – Menyambut Kebangkitan Kembali Tinju Indonesia
Kebangkitan Piala Presiden yang Lama Hilang
Sumber Gambar: link
Selamat sore Indonesia! Kali ini, kami punya kabar gembira yang berkaitan dengan perkembangan olahraga tinju di Indonesia.
Pernah dengar tentang Presiden Cup? Ya, mungkin para penggemar olahraga berat ini kerap kali mendengarnya. Sekedar informasi saja, Presiden Cup adalah sebuah kejuaraan terbuka pada olahraga tinju yang pada awalnya digagas oleh Hasan Perak, Ali Sadikin, dan Saleh Basarah. Kejuaraan yang terakhir diselenggarakan pada tahun 2004 ternyata hendak diaktifkan kembali oleh Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina).
20 November 2009 yang lalu, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Pertina, perkumpulan petinju-petinju seluruh Indonesia memutuskan adanya pengaktifan kembali Presiden Cup sebagai bagian dari strategi menelorkan petinju-petinju terbaik yang mampu mengharumkan nama Indonesia. Tidak hanya di level lokal namun juga internasional. Keinginan tersebut muncul salah satunya karena sejak 1980-an, Indonesia tidak lagi menelorkan juara Asian Games juga juara di event-event internasional.
Kabar-kabarnya, Presiden Cup ini akan diselenggarakan pada Mei 2010. Sedangkan mengenai tempat masih belum dapat diputuskan karena berkaitan dengan anggaran yang besar.
Direncanakan bahwa Presiden Cup ini akan sekaligus digunakan sebagai ajang seleksi untuk menjaring petinju yang dipersiapkan mewakili Indonesia pada berbagai event baik regional maupun internasional, seperti pada SEA Games XXVI yang akan dijadwalkan di Jawa Tengah pada tahun 2011.
Setya Novanto, Ketua Umum Pengurus Pusat Pertina mengatakan bahwa hasil Mukernas tersebut akan sesegara mungkin dilayangkan kepada KONI dan juga Menteri Pemuda dan Olahraga. Diharapkan, ada sebuah dukungan dan tindakan konkret untuk dapat mewujudkan Presiden Cup tersebut.
50 Tahun Tanpa Gelar – Awalan Baru
Selama 50 tahun berdirinya Pertina, Setya Novanto, mengakui bahwa belum ada satu pun petinju Indonesia yang berhasil merebut medali di event regional maupun dunia. Setelah mengevaluasi banyak hal dan permasalahan di Mukernas, salah satu usulan yang terlontar adalah penyelenggaraan kembali kejuaraan tinju terbuka Presiden Cup.
Katanya lagi, semasa Presiden Cup masih aktif, ajang tersebut mampu mengorbitkan petinju berprestasi terbaik di Asean maupun Asia. Contohnya adalah Wiem Gomies yang dua kali menjuarai Asian Games di kelas menengah dan sekali di tingkat Asia, juara Asia kelas welter Frans V.B., juara Asia kelas welter ringan Syamsul Anwar, juara Asia kelas bantam Ferry Moniaga, juara Asia kelas berat ringan Benny Maniani, juara Asia kelas menengah ringan Hendrik Simangungsong, dan juara Asia kelas menengah Pino Bahari.
Nah, sekarang bagaimana pendapat saudara-saudara pembaca sekalian?
Kami pribadi berharap, bahwa ajang ini benar-benar dapat diwujudkan sebagai sebuah trigger bagi petinju-petinju Indonesia untuk mengasah kembali kemampuannya hingga optimal. Mari buka lembaran baru, sebuah awalan baru untuk dunia tinju Indonesia
Referensi: ANTARANews
Related posts:
- Chris John Pertahankan Gelar Kelas Bulu WBA Sumber: link Petinju Indonesia Chris John mempertahankan gelar kelas...
- “Jamila dan Sang Presiden” Menang di Perancis Film “Jamila dan Sang Presiden” yang ditulis dan disutradarai aktivis...
- ‘JAMILA DAN SANG PRESIDEN’ Makin Mulus Menuju Oscar Satu lagi film garapan anak bangsa yang berhasil berkiprah di...
- Jamila dan Sang Presiden Masuk Nominasi Oscar Berkaitan dengan masuknya film “Jamila dan Sang Presiden”, Atiqah Hasiloan...
- Taufik Hidayat Kembali Berjaya di Amerika Serikat Taufik Hidayat kembali menorehkan prestasi. Kali ini ia berhasil...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


















Leave your response!