Indonesia Menjadi Tamu Khusus di Pameran Coklat Internasional
Nama: Rabindra Surya
Website/Blog:
Rabindra Surya telah menyumbang 4 tulisan
Tulisan lainnya oleh rabindra
Sumber Gambar: link
Pameran coklat, Eurochocolate, adalah salah satu pameran tahunan kuliner terbesar di dunia. Pameran tersebut diselenggarakan di Perugia, ibukota Propinsi Umbria, Italia. Jumlah pengunjung dapat mencapai 1 juta orang dan menghabiskan 190 ton coklat.
Indonesia diundang sebagai tamu khusus dalam pameran yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 25 Oktober 2009 tersebut. Terdaftar 26 delegasi dari Indonesia yang berpartisipasi dan menghadiri pameran. Delegasi tersebut antara lain terdiri dari wakil dari dunia usaha kakao, pengusaha coklat swasta, BUMN, unsur pemerintah pusat dan daerah, lembaga-lembaga penelitian, Pada pameran tersebut, Indonesia tidak hanya menampilkan segala sesuatu yang berkaitan dengan coklat. Delegasi Indonesia terdiri dari wakil dunia usaha kakao dan cokelat swasta maupun BUMN, unsur pemerintah pusat dan daerah, Lembaga Penelitian, BKPM, dan partisipan lainnya.
Mengawali partisipasi Indonesia itu, panitia Eurochocolate mengadakan konferensi pers dengan narasumber dari pemerintah Italia, pihak sponsor, organisasi kakao dunia dan Indonesia yang diwakili oleh Wakil Duta Besar RI Roma Yuwono A. Putranto.
Selama pameran Indonesia menampilkan produk kakao dan menjual produk cokelat, dikombinasi dengan seni tari, pertemuan bisnis, menyajikan makanan khas Indonesia berbasis coklat pada acara Gala Dinner, menjadi pembicara dalam seminar, dan mengadakan kunjungan ke beberapa perusahaan coklat di Italia.
Faktor utama yang dapat mendukung keberhasilan dari peningkatan daya saing kakao / coklat Indonesia adalah strategi, struktur dan persaingan. Dan yang paling berperan dalam meningkatkan daya saing kakao Indonesia di pasar internasional adalah pihak swasta, sedangkan tujuan utama dari peningkatan daya saing kakao Indonesia di pasar internasional adalah meningkatkan posisi tawar Indonesia di luar negeri. Berdasarkan data terakhir dari ICCO (International Cacao and Coffee Organization) menunjukkan kebutuhan kakao dunia saat ini diperkirakan sebesar 3,299 juta ton. Untuk produksi biji kakao hanya sebesar 3,288 juta ton. Ini berarti terdapat jumlah permintaan sekitar 110.000 ton yang belum terpenuhi.
Indonesia dalam komoditas kakao ini, memegang peran strategis. Produksi kakao Indonesia saat ini atau tahun 2006 ini mencapai 435.000 ton pertahun. Maka negara kita menjadi ketiga terbesar dunia penghasil kakao setelah Pantai Gading dan Ghana di Afrika dengan pangsa produksi sebesar 13,23 persen dari total produksi kakao dunia. Produksi ini masih akan ditingkatkan hingga mencapai 600.000 ton pada tahun 2010.
(Sumber: Pameran Eurocholate 2009, data BPS, referensi terkait, data diolah oleh F. Hero K. Purba)
Related posts:
- Tari Cendrawasih Tampil di Folklore Internasional Festival ke-10 Tari Cendrawasih dan tari Merak yang ditampilkan penari Indonesia di...
- Pelajar Indonesia Juara Lomba Lukis Internasional di Bulgaria 28 November 2008 LONDON, JUMAT – Pelajar Indonesia Eda Islamay...
- Bali Tuan Rumah Festival Film Internasional Bali akan dipercaya sebagai tuan rumah festival film bertaraf internasional...
- Perancang Busana RI Tampil di Pret-a-Porter Paris Karya perancang Indonesia dengan motif tradisional berupa tenun dan batik...
- Sembilan Orang Indonesia menjadi Nominator Asia’s Best Young Entrepreneur 2009 Sumber Gambar: link Seorang sosiolog terkenal, David McClelland pernah...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.






















Leave your response!